Posted By Selly Nur Rohmah
Bismillah,
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Kaifa haaluk ya saudariku fillah..?
Semoga Allah selalu menjagamu dan meneguhkanmu dalam setiap jenjang-jenjang kebaikan..
Hmm..
Malam ini mau buat catatan apa ya.. Coba menggerak-gerakkan jari-jari ini menari di keyboard laptop yang sudah tua ini,
Aku terpikir sesuatu deh..
Teringat kamu, saudariku. Siapapun kamu, dimana pun kamu, kamu adalah
saudaraku seiman. Jadi, sudah suatu kewajibanku untuk mengingatkan
kalian wahai saudariku. Sebatas apa yang kuketahui dan mengilmunya.
Kalau tidak tahu, ahsan diam. Bukan begitu...?
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)
Coba tebak.. Apa yang akan aku catat di lembaran ini..
Kita sesama akhwat, bicara dari hati ke hati. Jadikanlah aku sebagai
adikmu, jika usiaku tidak begitu jauh denganmu. Sayangilah aku, berlemah
lembutlah denganku. Akupun juga begitu.. jadikanlah aku penebas
kesedihanmu.
Jika aku dianggap lebih tua sedikit, panggilah namaku. Semangatilah aku, doronglah aku.
Jika aku seusia dengan anakmu, maka anggaplah aku adalah anakmu. Kita
berbicara antara ibu dan anak, yang tidak ada sekat antaranya...
Ana uhibbukunna fillah.......
Suatu kemirisan, di tengah teknologi yang sedemikian canggihnya,
pasar fashion yang sedemikian mengedepankan berbagai model dan merk yang
katanya keluaran baru. Mulai dari jeans, skatters, kaos, rompi, skirt,
de el el. Bahkan busana muslimah pun tidak ketinggalan menawarkan
kreasi-kreasi modeling bermacam corak, dan tentunya harganya bisa meraup
koceng yang tidak sedikit. Belum lagi kosmetik..
Hmm..
Sehingga, saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam.
Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya
kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini
wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka
paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis.Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini.
Aku tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin
parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi,
berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan
menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.
Yang lucu (tidak pantas juga sih dianggap lucu, apa lah ana tidak tau
cara mengekspresikannya), busana muslimah itu lho.. Dimodel-modelin.
Bahkan sudah berubah fungsi, untuk mempercantik diri keluar.
Iyyadzubillah
Apa bedanya antunna dengan wanita yang tidak berjilbab..?
Berjilbab hanya ingin terlihat cantik. Ujung-ujungnya berhias, pakai jilbab, gamis ketat. Allaahu Rabb...
Cara berpakaian apa ini....?
Serius ya....
Beragam mode busana kini telah membanjiri penjuru dunia. Meruyak
semarak tak hanya di perkotaan saja, bahkan pedesaanpun tak luput
olehnya. Ironisnya, peminat produk yang notabene jahiliyah itu justru
dari kalangan wanita-wanita muslimah.
Suatu hal yang tak dapat dipungkiri lagi, bahwa maraknya
busana-busana jahiliyah tersebut merupakan salah satu program
orang-orang kafir dalam menghancurkan umat islam. Mereka merusak para
wanita terlebih dahulu dari segi busananya, dan membuat para wanita
risih dengan jilbab, menebarkan berbagai kerancuan seperti perkataan : “Busana
itukan hanya masalah adat istiadat saja! Berpakaian itu ibarat seni.
Jadi setiap orang bebas memilih mode yang sesuai dengan dirinya
masing-masing.” Semua itu dikarenakan mereka menganggap, jika para
wanita muslimah sudah berhasil dirusak, rusaklah sudah sendi-sendi agama
lainnya, satu demi satu. Mengapa kaum muslimin masih belum sadar dari
kelalaiannya selama ini? Akankah hal ini segera mereka akhiri?!!
Setiap muslimah diwajibkan memakai jilbab untuk menutup auratnya. Tetapi
dalam berjilbab ini ternyata masih banyak yang salah, melenceng dari
syariat islam dan cenderung menjerumus ke hal yang dilarang. Berikut
adalah cara berjilbab yang banyak berkembang dikalangan muslimah tetapi
sebenarnya salah dan dilarang. Dalam berjilbab seharusnya para muslimah
jangan mendahulukan fashion ketimbang syariat. Fashion boleh, dianjurkan
malah. Allah itu indah dan mencintai keindahan. Tetapi fashion harus
mengikut syariat, bukan syariat yang mengikut fashion.
Mari kita lihat fashion jilbab sekarang yang salah dan boleh dikatakan menyerupai pakaian agama lain:
- Jilbab yang Bersanggul
Larangan jilbab yang bersanggul ini datang sendiri dari Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam.
![]() | |||
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum
pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi
untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang,
berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Jelas sekali diterangkan rasulullah bahwa wanita yang seperti itu tidak
akan masuk syurga dan mencium baunya pun tidak. Maka ini peringatan bagi
kita muslimah untuk bermuhasabah diri.
2. Fashion Jilbab Menyerupai Biarawati Kristian
Orang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di ‘Umdatut Tafsir, 1/152)
Sangat dilarang umat islam untuk menyerupai suatu kaum. Nah disini
dibahas fashion yang menyerupai biarawati kristian, yang seperti apa
itu? Fashion para biarawati yaitu menggunakan penutup seperti jilbab
dengan menampakkan bentuk lehernya. Mungkin masih sering kita jumpai
para muslimah yang mengenakan jilbab dengan menampakkan bentuk lehernya.
Itu merukan hal yang dilarang karena menyerupai kaum kristian.
Baik telah ana jelaskan diatas tentang cara berjilbab yang mungkin masih
banyak atau sedang ngetren-ngetren nya di kalangan muslimah apalagi
remaja, tetapi sayangnya dilarang.
Renungkanlah, masuk kategori manakah kita...?
Tetapi...
Masih ada yang masih mengikuti syar'iat cara berjilbab-berbusananya.
Pembahasan lebih serius ya...
Di tengah-tengah asyiknya para wanita dengan mode busana ala barat,
disaat para wanita lelap dimanjakan oleh kemajuan zaman, disana
sekelompok wanita sholihah dengan anggun dan sopan mengenakan mahkota
mereka yaitu jilbab muslimah tanpa peduli cemoohan, ejekan, dan hinaan
masyarakatnya, karena mereka tahu betul hadits Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat populer dan akrab di telinga kita semua :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam ini pada awalnya datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing
lagi. Maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing (HR. Muslim)
Dalam satu sisi, kita patut bersyukur karena di zaman kita sekarang dan
di negeri kita yang mayoritas muslim ini, kesadaran mengenakan busana
muslimah cukup lumayan, bahkan kian hari bertambah meningkat. Namun di
sisi lain ternyata banyak saudari kita yang salah faham dengan hakekat
jilbab muslimah, mereka menyangka jilbab hanya sekedar kerudung saja.
Akhirnya, seperti kita lihat sekarang ini, banyak wanita berkerudung
tapi bercelana jeans, berkaos ketat, berpakaian tembus pandang, memakai
pakaian diatas lutut dan lain sebagainya. Seakan-akan kerudung tak
ubahnya hanya sebagai asesoris belaka seperti yang diterangkan di atas.
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu
mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha pengampun lagi maha
penyayang.” (al Ahzab:59)
Ingin tahu apa syarat-syaratnya..?
Check it out!
1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan
Lihat surat an Nuur: 31 ya.. Ayat ini menegaskan kewajiban bagi para
wanita mukminah untuk menutup seluruh perhiasan, tidak memperlihatkan
sedikitpun kepada orang-orang yang bukan mahromnya kecuali perhiasan
yang biasa nampak.
2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh
Saudariku…Perhatikanlah pesan putri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam..
Beliau pernah berpesan kepada Asma’ : “Wahai Asma’ ! Sesungguhnya aku
memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat
menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan
Baihaqi)
3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Ada hadits nih, Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata :“Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat
pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria”
(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih)
5. Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan
kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu
dapat membangkitkan syahwat kaum lelaki.
Sungguh aneh tapi nyata, banyak para wanita apabila keluar rumah
berdandan berjam-jam dengan sedemikian moleknya, tapi kalau di dalam
rumah, di depan sang suami yang seharusnya mendapatkan pelayanan yang
menyenangkan, justru biasa-biasa saja bahkan kerap kali rambutnya
acak-acakan, bau badan tak sedap dianggap tidak masalah, penampilan
menjengkelkan sudah hal yang lumrah, demikian seterusnya. Ini memang
kenyataan yang tak bisa dipungkiri lagi. Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala menunjukkan kita semua ke jalan yang benar.
Tapi jangan difahami penjelasan di atas secara dangkal, sehingga timbul
suatu pemahaman bahwa pakaian wanita harus hitam saja sebagaimana
difahami sebagian wanita komitmen.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :
من تشبه بقوم فهو منهم
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)
Betapa sedih hati kita melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias
menggandrungi mode-mode busana ala barat baik melalui majalah, televisi
dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Setiap kali ada
mode busana baru ala barat yang mereka dapati, serentak itu juga mereka
langsung mencoba dan menikmatinya. Laa Haula Walaa Quwwata illaa BIllahi
7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu yang berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا
Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di
dunia, niscaya Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari
kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu
Majah dengan sanad hasan)
Maksud pakaian syuhroh adalah setiap pakaian dengan tujuan meraih
popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal,
yang dipakai dengan tujuan berbangga-bangga dengan dunia, maupun pakaian
yang bernilai rendah yang dipakai seorang dengan tujuan menunjukkan
kezuhudannya dan riya’.
8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian
Dari Abu musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu bahwasanya ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum
laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.”
(HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll dengan sanad shohih)
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ
“Siapapun perempuan yang memakai bakhur (wewangian sejenis
kemenyan-pent), maka janganlah ia menyertai kita dalam menunaikan sholat
isya’ yang akhir. (HR.Muslim, Abu Awanah,dll)
Ibnu daqiq Al-“Ied mengatakan : “Hadits tersebut menunjukkan haramnya
wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu
akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki.”
Itulah larangan agama yang diterjang habis-habisan oleh sekian banyak
wanita. Coba perhatikan secara seksama, Jikalau ke masjid saja dilarang,
lalu bagaimana pendapatmu dengan tempat-tempat lainnya seperti pasar,
supermarket, terminal dan sebagainya. Tentu lebih dahsyat dosanya.
Sungguh, terasa tidak pernah sepi suatu bus kota dari bau parfum yang
campur dengan keringat.
Sampai disini , berakhirlah pembicaraan kita mengenai hakikat jilbab
beserta syarat-syaratnya. Kesimpulannya adalah sebagai berikut :
- Hendaklah jilbab menutupi seluruh badannya kecuali wajah
dan telapak tangan. Dengan catatan, apabila seorang menutupi keduanya
maka ini jelas lebih suci dan utama
- Tidak ketat sehingga menggambarkan lekuk tubuh
- Kainnya harus tebal, tidak tipis dan tidak tembus pandang sehingga menampakkan kulit tubuh
- Tidak menyerupai pakaian laki-laki
- Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
- Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
- Bukan pakaian untuk mencari popularitas
- Tidak diberi parfum atau wangi-wangian.
Semoga bermanfaat dan dapat memberi hidayah kepada saudariku yang belum berjilbab dan meneguhkan saudariku yang sudah berjilbab.
Tetap semangat ya..
Menuntut ilmu Diin nya jangan dikesampingkan..
Harus nomer wahid...
Semangat...semangatt..
Ana uhibbukunna fillah, Ukhty...
'Afwan minni adh dho'if ( Maaf dari ana yang dho'if)
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,





















0 komentar:
Posting Komentar